KASIHAN IBU KARTINI

21 Apr 2012

81df00f1deeb33fd13aa11030445da33_kartini-gede-2Waktu SD, saya paling senang kalau Hari Kartini karena artinya saya akan memakai kebaya lengkap dengan sanggulnya. Saya seneng banget didandanin oleh Ibu saya tercinta. Tanpa mengerti lebih dalam makna Hari Kartini karena yang saya tahu pas SD dulu adalah : Hari Kartini = sanggulan.

Hmmm tapi saya tahu koq kalau Ibu Kartini adalah wanita Jawa berkebaya yang menikah dengan Mas-Mas Jawa juga yang tinggi besar dan berkumis yang pakai blangkon. Hmmm… terus saya tahu soal Rosa, perempuan Belanda yang adalah teman pen-palnya, terus ada buku Habis Gelap Terbitlah Terang….. terus pas Hari Kartini saya kemudian akan pakai eye shadow dan lipstik dan ikutan parade dengan teman-teman SD lainnya …. panas-panasan lagi …. ( hadeuuuhhh …)


b843291ddf5e6aea8efe1892ff22b6ac_raden-adjeng-kartini-n-ario-singgihSMP dan SMA sudah gak ada kebaya-kebayaan lagi, tapi saya makin mengerti betapa Kartini dulu adalah perempuan yang berbeda dibanding wanita Jawa lainnya karena mau rempong boneng (repot banget) ngurusin persamaan hak antara perempuan dan laki-laki, termasuk untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan juga keinginannya supaya wanita Jawa saat itu tidak dimadu. Saya juga jadi tahu jika R.A. Kartini adalah istri ke-empatnya Bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat.


Sambil bedakan dan memakai lipstik, saya jadi bengong dan berfikir …. sebetulnya seperti apa perempuan Indonesia saat ini di zaman social network, dan di negara yang menjadi nomer lima terbanyak penduduknya di dunia yang mempunyai ikon Tokoh Pergerakan Perempuan Raden Ajeng Kartini yang diperingati setiap tahunnya tepat di hari kelahiran Beliau 21 April. Begitu banyak perempuan Indonesia yang saya kenal adalah perempuan-perempuan pintar, gesit, agresif, dengan pendidikan tinggi dari luar negeri dan mereka rela balik lagi untuk berkarir di Indonesia ini. Pastinya jika Ibu Kartini bisa berkenalan dengan mereka-mereka ini akan merasa bangga dan terharu dengan prestasi pendidikan dan pencapaian karir mereka. Mereka juga gak takut untuk bersaing, debat dan berkompetisi dengan para kolega laki-laki dan tidak jarang membuat para lelaki yang merasa superior akan KO dengan kecerdasan para wanita ini. Saya aja suka bengong dan ternganga saking kagumnya.


Saya kemudian makan siang di sebuah mall di Selatan Jakarta. Menariknya, masih tanggal 15 tapi sudah ada lomba berbusana pakaian nasional dalam rangka memperingati Hari Kartini. Banyak anak-anak kecil berkebaya dengan dandanan fa9c38644f2f112cf0e4c2b8d77ec822_poligamiyang cukup menor. Karena tertarik, akhirnya saya memilih makan di food court yang gak jauh dari lokasi acara. Sambil makan dan bengong melihat banyaknya anak-anak berlarian, saya menemukan pemandangan yang menarik. Tidak banyak Ayah dari anak-anak ini yang turut menemani. Selesai makan, saya mendekati tiga Ibu-Ibu yang sedang ngerumpi, sok akrab saya bertanya …Anaknya menang ya Bu? …. serta merta salah satu Ibu berjilbab yang cantik membalas senang ..Iya Mbak, Juara dua… Wuih, hebat… cantik banget anak Ibu …pantesan aja menang jawab saya lagi. he he he… kayak saya ya Mbak? … balas Si Ibu tambah senang. Sekarang Pertanyaan penasaran saya lemparkan: …Koq Papanya gak ikut lihat anak secantik ini? …. tanpa basa-basi si Ibu menjawab ..Oh hari ini giliran dia di istri muda… sambil menoleh ke Ibu disebelahnya setengah mengoda “Suami dia juga, giliran jaga di istri muda he he he he…” Giliran saya yang terdiam.


Sedikit basa basi dan haha hihi saya kemudian meninggalkan Ibu-Ibu tadi. Sungguh pemandangan yang kontras dan menusuk hati. Para Ibu mengantar anaknya ikut lomba berbusana hari Kartini sementara Sang Ayah tidak bisa menghadiri karena di tempat istrinya yang satu lagi.


Saya jadi berfikir lagi…… bagaimana perasaan Ibu Kartini yang di usianya yang tidak panjang berusaha memperjuangkan para kaum perempuan supaya tidak dimadu itu di tahun 1800 an sementara di tahun 2000-an ini, di jaman yang canggih dan modern dengan banyak wanita cerdas dan brilliant jumlah perempuan yang mau ba0cfbfe8457345e66cf6dc57b780158_mayang-1dan rela dimadu makin banyak aja. (Menghela nafas).


Kalaupun tidak mau dimadu, Sang Perempuan satunya menggoda atau meladeni godaan pria beristri yang mau tidak mau bisa membuat banyak pria tidak kuat iman dan amin-nya yang akhirnya menjadikan perempuan kedua ini madunya untuk menghindari dosa dunia. Huffgghh … sebetulnya gampang aja, mau dari abad mana saja sifat alami kaum pria adalah pemburu so, just ignore those married men … kalau sang perempuan bisa gak pedulikan para lelaki hidung belang ini pastinya gak akan ada masalah perselingkuhan dan dimadu.


4c3ec127e149780f27325ca1b087dbfd_kartiniPastinya Ibu Kartini punya alasan yang sangat masuk akal mengapa memperjuangkan kaumnya supaya tidak dimadu. Sama juga dengan Sara McLanahan , seorang Professor Sosiologi dari Princenton University yang secara garis besar berteori kalau anak yang tumbuh dengan ketidakhadiran Ayah secara berkala bisa membuat ketidakseimbangan mental dan bisa membuat anak-anak ini sedikit lebih malas atau kurang berusaha dibanding dengan anak-anak yang tumbuh dalam keluarga utuh ada satu Ayah dan satu Ibu saja.

8beada7df4f2d8abc3a4a946ffb0646c_mongkey-thinking

Saya kemudian berfikir lagi, jika produk seperti inilah yang dihasilkan oleh banyak keluarga di Indonesia saat ini ….. hmmphhhh akan seperti apakan negara kita nanti dalam sepuluh atau dua puluh tahun ke depan ? Sekarang aja udah banyak anak remaja putri Indonesia yang selepas SMA tidak mau melanjutkan sekolah karena lebih tertarik menjadi artis sinetron atau penyanyi. Terus lihatlah berkeliling, di kantor atau di lingkungan pertemanan…. berapa banyak dari teman kita yang perempuan yang tidak peduli bergandengan tangan atau TTM dengan suami orang ? Entahlah untuk apapun alasannya yang pasti ini bukan sesuatu yang diinginkan Kartini pada saat memperjuangkan hak perempuan Indonesia.


Sudah tahun 2012 saat ini, dimana perempuan Indonesia bisa menjadi apa saja yang mereka mau, bisa bersekolah dimana saja jika mampu. Tetapi makin banyak saja perempuan Indonesia yang makin tidak mampu mempertahankan budi pekertinya sehingga mau saja dimadu atau disimpan sebagai temporary madu.


08e10d2f3f8a32dd7082e07d511421e8_kartini-with-signatureKalau sudah begini, lebih baik tidak usah ada kompetisi kebaya lagi di Hari Kartini tetapi kompetisi bagaimana mempertahankan harga diri wanita yang menghargai budi pekerti sehingga tidak hanya mempunya pendidikan tinggi tetapi juga mempunya akhlak dan moralitas yang baik sebagai perempuan Indonesia.


Jika tidak, kasihan Ibu Kartini yang sudah berjuang untuk perempuan Indonesia sementara makin banyak saja perempuan Indonesia yang hilang makna dalam menjalankan hidupnya sebagai seorang putri (wanita) sejati yang berbudi pekerti dan mempunyai nilai moral tinggi.

Selamat Hari Kartini

semoga kita semua Perempuan Indonesia bisa menjadi putri sejati


TAGS sinta sutanti emansipasi emansipasi wanita Hari Kartini Ibu Kartini pendidikan RA Kartini


Comment
  • intantatawarna 4 years ago

    semoga ntar ada generasi penerus yah d indonesia :)

  • renaldi wisaksono 4 years ago

    gak punya agama yah mba baca artikel ini? apa agaman anda diluar islam? saya maklumin kalau anda beragama diluar islam! kartini itu full of shit! byk wanita yg masuk neraka krn dia! byk wanita yg menyalahi kodratnya sebagai perempuan!

  • renaldi wisaksono 4 years ago

    gak punya agama yah mba baca artikel ini? apa agaman anda diluar islam? saya maklumin kal anda beragama diluar islam!

  • marthauli 5 years ago

    Artikelnya mengena sekali mba, perayaan Kartini tidak hanya cukup dengan berkebaya saja, tetapi kita juga harus meneruskan perjuangan beliau :) Nice…trim’s sdh berpartisipasi #BloggerKartinian

  • depz 5 years ago

    Koq Papanya gak ikut lihat anak secantik ini? . tanpa basa-basi si Ibu menjawab ..Oh hari ini giliran dia di istri muda <— hedewwww… makjlebb banget nih jawabannya :D

    ironis, uh ironis..

    baydeway kalo ga salah, aku pernah baca kalo (cmiiw) kartini itu juga dulu dipoligami. (sekali lagi cmiiw)

  • herbalis 5 years ago

    setooojoooo…

-

Author

Follow Me