
For me life is like enjoying a piece of my favourite minched pie …..
No matter how you enjoy it bite by bite while reading newspapers, magazines or tabloids … or even while watching TV … still it tastes super as my favourite meal …
Well, not really a good description .. 
However these are just notes on things which really caught my attention and makes me think that life is more delicious and tastier than a piece of minched pie …..
Mengapa Saya Punya Blog ini?
Untuk saya,
hidup adalah seperti sedang menikmati satu potong pai daging cincang kesenangan saya.
Bagaimanapun cara menikmatinya sesuap-demi sesuap sambil membaca koran, majalah atau tabloid ….. atau bahkan sambil nonton TV sekalipun … tetep aja rasanya enak dan super karena itu memang makanan kesenangan saya.
Mungkin bukan deskripsi yang tepat untukpenggambaran menikmati hidup
tetapi bagaimanapun juga catatan-catatan ini adalah rangkuman dari banyak hal yang menarik perhatian saya dan membuat saya berfikir dan menyadari jika menikmati hidup kadang lebih “lezat” dan “enak” daripada sekedar menikmati satupotong pai dagingcincang ……
Sinta Sutanti
Saya bukan big fan Lady Gaga kecuali untuk beberapa lagu dance yang saya suka seperti Poker Face ,Paparazzi dan Just Dance. Selebihnya gak tahu lagi.
Tetapi saya big fan untuk semua acara berita di televisi. Saya juga nonton semua berita pada saat orang kita mulai mengantri membeli tiket konser Lady Gaga bahkan ada beberapa yang bela-belain banget mengantri dengan kostum yang unique atau aneh (terserah deh).
Saya juga sempat mampir di official website Lady Gaga dan tiba-tiba merasa seneng banget melihat ada JAKARTA dan GELORA BUNG KARNO terpampang disitu bersama deretan negara-negara lainnya. Dalam hati saya bergumam … hmmm …paling gak mereka yang mampir di website ini tahu kalau ada Stadium Gelora Bung Karno di Jakarta Indonesia.
Sebagai seorang awam, saya gak tahu bagaimana prosedur perizinan mendatangkan artis internasional di Indonesia : minta izin pihak berwenang baru jualan tiket atau sebaliknya ? Tapi agak aneh juga pada saat tiket sudah terjual kali ini promotor terbentur masalah perizinan yang menggarisbawahi masalah sosial budaya. Saya yang tadinya gak peduli ngikutin berita ini akhirnya tersedot juga.
Kalau mengutip pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto “Terlalu vulgar ya. Joget-joget pakai bikini di videonya. Itu terlalu vulgar, tidak sesuai dengan budaya kita,”….. dan pernyataan-pernyataan lain : Karena aksi panggung dan busana seksi Lady Gaga bisa merusak moral bangsa, terus Lady Gaga terlalu seronok juga bertentangan dengan UU Pornografi, terus ..penampilan Lady Gaga yang mengumbar syahwat dan lainnya Konser Lady Gaga bisa jadi bibit yang diserap generasi sehingga generasi jadi tidak baik.
Masalah moral adalah issue yang tidak terpecahkan di negara ini sama seperti membahas Segitiga Bermuda yang tidak pernah ada ujungnya.
Terus katakanlah Lady Gaga gak jadi datang, apakah ini akan membantu mengurangi masalah moral lainnya seperti :
Korupsi yang meraja lela di semua lini di negara ini
Video-video panas yang diperankan anggota dewan
Banyak penyanyi Indonesia berpakaian seronok di TV dengan belahan dada dan paha yang tinggi
Masyarakat yang makin anarkis dan setiap hari kita melihat banyak perkelahian massal terjadi hampir di barat dan timur negara ini
Bagaimana dengan pengrusakan rumah ibadah yang hari geneee masih aja terjadi !
Biaya pendidikan yang disunat sana sini sehingga banyak yang tidak bisa bersekolah lagi
Kapan mereka-mereka ini punya waktu yang serius untuk menangani masalah moral lainnya yang berjibun terjadi di Indonesia Raya tercinta ini ?
Lady Gaga akan datang hanya sehari di Indonesia nyanyi nyanyi, joget joget and go ….. apakah dengan waktu satu hari moral bangsa ini menjadi lebih jelek lagi ?
Wallahualam … mudah-mudahan pengembalian ticket konser Lady Gaga gak rusuh dan ricuh.
Berita yang gak habis-habis diangkat belakangan ini adalah perseteruan Jenny Cortez dan Nikita Mirzani soal hiheels (in English: High Heels alias sepatu hak tinggi) lengkap dengan comment Nikita yang bilang kalau Jenny gak bisa Bahasa Inggris. Dugh…. apa Nikita udah lulus TOEFL juga ya ?
Bahasa Inggris is not our native langguage saya pikir wajar aja kalau banyak orang biasa yang gak les Inggris, sekolah atau kerja di luar negeri gak bisa berbahasa Inggris yang baik dan benar. Tapi boleh dong diberikan two thumbs ( dua jempol bukan buat dangdutan ) untuk semangat menggunakan Bahasa Inggris dimana-mana walaupun ngawur tapi menarik untuk disimak , contohya yang paling gampang ditemukan :
Vool Ojek ( Ojek Pool )
Poto cofee ( Photocopy)
Saya pernah lihat juga di TV seorang demonstran membawa spanduk bertuliskan Peace for Massage ( yang diterjemahin menjadi Pijatan untuk Perdamaian) seharusnya Message for Peace (pesan Perdamaian)
Hose for sail ( maksudnya House for sale )
For Rent please kol …. (maksudnya please call .. )
Pres Juice ( Fresh Juice )
Atau juga conversation yang salah kaprah :
Can I give you a ring when it is finalized ? sang wanita terbelalak Oh my God, you are so sweet I dont need a ring he he he hooii Mbak, maksudnya Boleh gak saya telepon kamu kalau semuanya udah selesai jadi bukan akan dikasih cincin.
Atau … Can I call you back ? … dan lagi-lagi si wanita terbelalak .. My name is not Bec, you can call me Tina… hmm Mbak.. maksudnya boleh gak saya telpon balik kamu..
Jadiiiiiiii……..daripada menggunakan INDLISH alias Indonesia gak - Inggris juga ngaco, mungkin lebih baik menggunakan Bahasa Indonesia saja sebaik-baiknya … atau kenapa juga gak memulai belajar Bahasa Inggris yang baik dan benar dimulai dengan melatih telinga melihat film berbahasa Inggris dan mencocokan dengan subtitlenya, atau setiap malam menghafal 10 kata baru dari kamus Bahasa Inggris Indonesia, atau yang paling efektif kan mendengarkan lagu berbahasa Inggris dan mulai rajin mengartikannya. Apalagi kalau punya uang lebih langsung aja ambil les Inggris sekalian dengan native speakernya.
So, kalau suatu saat jadian dengan orang asing yang berbahasa Inggris, gak akan ada lagi percakapan ngawur seperti ini….
I love you …
I love you two baby …
Hmmmm I love you four (halaaahhh !)
aku melihat bunga kiri dan kanan
tiada indah lagi
aku melihat bintang-bintang
tiada bersinar dan kelap kelip lagi
semua tiba-tiba berubah sekali
tiada sama lagi
tiada indah lagi
tiada berseri lagi
ah ternyata ….. aku tidak perlu melihat bunga-bunga lagi
untuk menikmati keindahan tiada berperi
ah ternyata ….. aku tidak perlu mendongak ke atas lagi
untuk menikmati kerlipnya bintang bintang ini
aku hanya perlu menengok kepadamu saja
semuanya sudah ada di dirimu
keindahan ini sudah pindah di wajahmu
kelap kelip berseri ini sudah menjelma di seluruh tubuh indahmu
tatap matamu menembus langsung ke jantungku
tidak perlu udara lagi untuk menjalankan hidupku
cintamu cukup memacu denyut jantung ini
hirup saja nafas ini cukup untukku berlari menjalani hidup ini
detak jantungmu membelah dua seluruh jiwaku
satu untukmu - dan satu untukku
hanya ada dua belah saja
tidak akan ada yang bisa menarik begitu saja
setegap kau berdiri
sejelas aku tahu betapa sangat mencintaimu
kau akan tahu aku akan terus disini
takkan pernah pergi lagi
jangan kaubelah lagi cinta ini
akan terlalu ramai jika dua jiwa terbelah lagi
biar ada aku dan kamu saja di bagian ini
mencinta bersama sampai mati.
Hoooiii Mas, ati-ati dong gak berpendidikan banget sih ! teriak Mbak Pembantu saya menghardik seorang Mas-Mas yang berjalan sambil menabrak kursi roda saya. Si Mas hanya menoleh dan berjalan kembali tanpa mengucapkan sepatah kata. Saya yang ditabrak jadi tertawa sendiri mendengar hardikan Si Mbak Pembantu sambil berfikir harus berpendidikan seperti apa sih supaya tidak menabrak orang lain di jalanan?
Mbak Pembantu saya hanya sekolah sampai SMP tapi merasa lebih berpendidikan dibanding pria rapi dan wangi yang ternyata berkantor di lantai 1 gedung tempat tinggal saya, sebuah perusahaan kontraktor yang notabene adalah orang yang berpendidikan dibanding pembantu saya.
Sebetulnya orang seperti apa yang disebut berpendidikan ? tanya saya sendiri sambil menyalakan televisi.
Hmmm ada berita yang masih panas - Anggie yang ditahan KPK untuk masalah korupsi dia berpendidikan tinggi - S2 lagi. Ganti channel lagi, duughh infotainment yang masih rame ngebahas perselingkuhan Bupati dengan istri orang keduanya juga berpendidikan tinggi bahkan si wanita lulusan luar negeri. Malas ah nontonnya …. ganti channel lagi .. berita Gubernur yang dipanggil KPK karena korupsi pembangunan sarana olah raga bisa menjadi Gubernur pastinya pendidikannya tidak hanya SMA saja. Bosen nonton berita korupsi lagi, pindah channel lagi
ehmmm masih ada berita soal video porno yang (konon) pemainnya adalah dua Anggota Dewan…. duilah ngapain juga sih secara dua-duanya punya jabatan dan pendidikan yang tinggi.
Hmmm…. koq hampir semua beritanya seperti ini ? Orang-orang yang berpendidikan lumayan bahkan tinggi tetapi kelakuannya tidak terpuji, sementara ada liputan betapa anak-anak sekolah di ujung Indonesia sana yang harus menyeberangi derasnya sungai untuk sampai ke sekolah karena jembatan yang roboh dan belum diperbaiki. Belum lagi begitu banyak tayangan mengenai sekolah yang hampir roboh di banyak lokasi di Indonesia.
Saya teringat Mas-Mas yang menabrak kursi roda saya tadi pagi - pergi tanpa minta maaf sama sekali, lalu lintas yang kacau setiap hari karena banyak orang yang tidak mau mengalah dan menang sendiri di jalan raya, juga tidak banyak orang yang mau membantu menyeberangkan orang lain di jalan raya.
Apakah ini salah satu gambaran masyarakat yang berpendidikan tinggi ?
Untuk apa Hari Pendidikan Nasional diperingati jika yang berpendidikan tinggi tidak ada budi pekerti,moralitas yang dipunya rendah sekali dan tidak peduli sesama sama sekali ?
Sementara yang haus pendidikan masih banyak yang berjuang hanya untuk sampai ke sekolah mereka ?
Hardiknas akan terus diperingati, tetapi akan lebih baik lagi menjadikan waktu ini untuk dapat mendidik dan menghardik diri sendiri untuk tidak mengikut kata hati jika ingin korupsi, jika ingin memanipulasi, jika ingin berbuat nista, jika ingin menang sendiri, jika ingin tidak peduli pada sesama dan lingkungan sekitar.
Dengan bisa menghardik diri sendiri supaya hidup lebih lurus lagi, mungkin kita di Indonesia ini akan bisa menikmati menjadi bagian dari suatu negara yang rendah angka korupsi, tinggi angka kepedulian sosial, saling menghormati, mempunyai budi pekerti tinggi dan saling membantu mengantarkan mereka yang berkekurangan untuk sekolah lebih tinggi lagi.
Sehingga negara ini tidak hanya akan dipenuhi oleh orang yang berpendidikan tetapi juga berbudi pekerti dan berjiwa sosial tinggi.